Dalam relasi pernikahan, wajar banget ya Parents jika terjadi konflik atau ketegangan saat berinteraksi dengan pasangan. Tapi kalau konflik dan ketegangan ini nggak dikelola dengan tepat, bisa memunculkan dampak negatif lho dalam relasi. Mulai dari menurunnya rasa saling percaya, koneksi, hingga renggangnya intimasi antara kita dan pasangan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengelola konflik dan ketegangan adalah dengan latihan mindfulness. Ketika kita berada dalam kondisi mindful, kita mengembalikan kesadaran pada kondisi di sini dan saat ini (here and now). Yuk coba kita praktekkan penerapan latihan mindfulness dalam relasi pernikahan kita.
Mindfulness untuk membantu mengelola emosi dengan lebih baik
Saat Parents dalam kondisi mindfulness, Parents akan menjadi lebih menyadari kondisi emosi sehingga Parents menjadi lebih mampu untuk mengelola respons dengan tepat. Ingat, dikelola ya emosinya, bukannya diabaikan atau ditekan.
Ketika Parents sedang merasa emosinya naik banget, coba beri jeda sejenak. Misalnya dengan menarik nafas panjang, memfokuskan perhatian pada sensasi di tubuh, atau melakukan distraksi lain. Diharapkan dengan adanya jeda, Parents bisa lebih tenang sehingga bisa dengan lebih mudah mengelola emosinya.
Jika pasangan yang emosinya sedang tinggi, Parents juga perlu untuk lebih mindful dengan kondisi diri sendiri. Apakah ada dorongan untuk membela diri, melarikan diri, atau melawan pasangan? Jika iya, coba tarik nafas panjang dan tenangkan diri terlebih dulu. Ingatkan diri bahwa Parents tidak harus ikut terbawa emosi. Jadilah seperti batu yang kokoh meskipun aliran emosi terasa sangat deras. Coba bayangin deh kalau kita dan pasangan sama-sama tidak mindful, pasti respons yang keluar jadi kurang tepat dan akibatnya konflik makin memanas.
Mindfulness untuk membantu mengubah perilaku yang kurang baik
Mungkin Parents masih punya kebiasaan-kebiasaan kurang baik yang bisa mengganggu relasi. Misalnya melakukan silent treatment saat ada konflik atau masih adanya gaya komunikasi yang sebenarnyai kurang efektif. Ada baiknya kebiasaan ini coba diubah agar relasi kita dan pasangan menjadi lebih baik. Ketika kita mampu mengubah kebiasaan yang kurang baik, akan berdampak pada kestabilan dan kepuasan dalam hubungan pernikahan
Pertama, kita perlu menyadari kebiasaan buruk itu terlebih dulu melalui latihan mindfulness. Sadari apa yang membuat kebiasaan itu muncul. Apakah ada pengaruh dari pengalaman masa lalu atau nilai yang dipegang? Situasi apa yang memicu munculnya perilaku ini? Pikiran apa yang muncul? Bagaimana sensasi tubuh? Ketika kita menyadari hal ini, Parents akan lebih mampu mengontrol kebiasaan itu, dan bahkan menggantinya dengan perilaku lain
Penelitian menunjukkan bahwa latihan mindfulness dapat mengubah sirkuit dalam otak. Dengan kata lain, otak bisa belajar cara baru untuk mengubah kebiasaan lama yang kurang baik tersebut. Latihannya bisa dilakukan dengan menjadi mindful saat perilaku yang kurang baik muncul. Lalu coba lakukan mindful breathing dan mulai lakukan perilaku baru untuk mengubah kebiasaan lama itu. Lakukan terus menerus ya Parents, sampai akhirnya sirkuit dalam otak berubah dan kebiasaan baru yang lebih baik muncul
Mindfulness untuk meningkatkan apresiasi dan rasa syukur kepada pasangan
Mindfulness ternyata dapat membantu kita lebih peka melihat keindahan dan berkat dalam kehidupan. Dengan berlatih mindfulness, kita jadi lebih mampu melihat segala sesuatu dengan lebih positif, termasuk cara kita melihat pasangan.
Ada beberapa cara untuk menunjukkan apresiasi dan rasa syukur kepada pasangan, misalnya:
- Letter of appreciation: Tuliskan apa saja yang Parents cintai dan hargai dari pasangan
- Ekspresikan apresiasi: Sampaikan apresiasi kepada pasangan dalam kehidupan sehari-hari misalnya dengan berterima kasih sudah memasakkan makanan atau berterima kasih karena sudah bekerja keras menafkahi keluarga
- Dinnertime gratitude: Sebelum makan malam, luangkan waktu sejenak untuk berbagi cerita mengenai apa saja yang patut disyukuri di hari itu
Mindfulness untuk meningkatkan keterbukaan pada pasangan
Mindfulness juga dapat menurunkan tingkat stres dalam diri kita. Dan ternyata saat tingkat stres rendah, kita bisa jadi lebih terbuka pada pasangan. Kita jadi lebih mampu membicarakan hal-hal yang sifatnya mendalam dan bermakna. Saat tidak stres,kita juga jadi lebih mudah terkoneksi dengan pasangan.
Latihan yang bisa dilakukan untuk membantu Parents menurunkan tingkat stres adalah mindful breathing. Latihan ini bisa Parents lakukan sendiri lho dengan panduan yang ada di aplikasi Belajar Parenting. Yuk, segera download aplikasinya dan lakukan latihan mindfulness setiap hari agar relasi Parents dan pasangan semakin hangat.
Referensi:
Sanger, G. F. (n.d.). How to use mindfulness to strengthen your relationship. https://www.gottman.com/blog/how-to-use-mindfulness-to-strengthen-your-relationships/